Kamis, 25 Oktober 2012

Perubahan Wajah Artis Korea Yang Operasi Plastik


Artis Korea terkenal dengan kecantikan alaminya, tetapi beberapa di antara mereka diduga melakukan operasi plastik. Sahabat anehdidunia.com beberapa foto masa lalu para aktris atau anggota girlband memperlihatkan beberapa perbedaan yang sedikit atau sangat banyak. 
1. Jessica SNSD
Jessica SNSD terkenal dengan kecantikannya, bahkan mendapat julukan si Kulit Madu. Hanya saja, foto masa lalunya tampak sangat berbeda.
2. Park Bom
Anggota 2NE1 yang satu ini terkenal dengan suara yang menawan. Park Bom dikabarkan melakukan operasi plastik pada bagian hidung dan lipatan mata.
3. Sunny SNSD
 

Foto masa kecil Sunny SNSD tampak berbeda dengan penampilannya saat ini. Hidungnya lebih mancung walaupun banyak yang mengatakan itu efek pipinya yang makin tirus.
4. Taeyon SNSD
 
Bentuk hidung Taeyon SNSD sedikit demi sedikit mengalami perubahan dari waktu ke waktu.
5. Tiffany SNSD









Foto masa lalu Tiffany tampak berbeda dengan wajahnya saat awal debut di SNSD. Saat ini bentuk wajah Tiffany juga makin runcing.

*Gk ada yg sempurna


Repost : 
http://forum.viva.co.id/internasional/558972-perubahan-wajah-artis-korea-yang-operasi-plastik.html

Senin, 22 Oktober 2012

Suku di Indonesia yang Gunakan Huruf Korea


Cia-cia, Suku di Indonesia yang Gunakan Huruf Korea
Ternyata tidak semua penduduk Indonesia menggunakan Bahasa Indonesia sebagai sarana tulis menulis. Suku di pedalaman Buton, Sulawesi Selatan, Cia-cia misalnya.

Suku Cia-cia yang berada di Kepulauan Buton, Baubau, Sulawesi Tenggara ini memang telah lama menggunakan tulisan Korea atau Hangeul ketika mereka menulis dan membaca.

Suku Cia-cia sebenarnya bisa berbahasa dalam Bahasa Indonesia. Namun awalnya mereka buta huruf sehingga tidak bisa menulis.

Huruf Hangeul yang memiliki 24 karakter diperkenalkan oleh King Sejong pada tahun 1443 untuk menggantikan karakter huruf China di Korea.

Fakta ini menjadi berita besar baik bagi orang Korea sendiri, maupun oleh warga Asia, maupun dunia.

Orang Korea amat bangga dengan kebudayaannya.

Menurut seorang teman yang pernah ke Korea, di sana jarang orang pakai mobil-mobil impor. “Kebanyakan orang Korea pakai mobil Hyundai sebab diproduksi Korea sendiri,” katanya.
Kebanggaan akan budaya ini menjadi api yang membakar nasionalisme dan menebalkan identitas bangsanya.









Bisa dibayangkan betapa hebohnya orang Korea ketika mengetahui bahwa ada satu etnis kecil di Indonesia, di tengah Pulau Buton, yang belajar alfabet Korea untuk menuliskan bahasanya sendiri. Ini adalah berita besar buat mereka.

Perlu dicatat, hanya alfabet saja yang digunakan bukan bahasanya. Bahasa tetap menggunakan Bahasa Indonesia.


Sumber : 
http://forum.viva.co.id/sosial-dan-budaya/558621-cia-cia-suku-di-indonesia-yang-gunakan-huruf-korea.html

Jumat, 19 Oktober 2012

Suku Korowai di Pedalaman Papua


SUKU MOSUO (Suku yang paling memuja wanita)

China - Suku Mosuo, di China menjadi suku yang paling memuja wanita. Bahkan wanita di suku ini memiliki kekuasaan lebih ketimbang kaum pria. Inilah Suku Mosuo, negeri wanita di China dengan ragam kehidupan dan budayanya yang unik.
                                                    Perempuan-perempuan Suku Mosuo

Salah satu hal yang paling unik dari China adalah Suku Mosuo. Suku ini dikatakan unik bukan hanya karena masih tinggal di pedalamaan atau memiliki bahasa selain bahasa mandarin. Akan tetapi, budaya�matriarkal atau sistem kekerabatan yang mengikuti garis keturunan ibu, yang mereka anut dan tidak mengenalnya ikatan suami istri ini membuat ciri khas tersendiri.

Keunikan suku ini adalah mereka menjalin hubungan tanpa nikah bahkan sampai memiliki anak. Di suku ini wanita memegang semua kekuasaan baik dalam urusan ataupun keluarga.

Suku Mosuo sendiri berdiam di sekitar Danau Lugu. Danau Lugu yang memiliki keindahan alami menjadi latar belakang kehidupannya yang romantis dan terbelakang di antara hingar bingar negara tirai bambu ini.

Dahulu, ketika negara China menyia-nyiakan perempuan, dalam kehidupan Suku Mosuo justru perempuanlah yang memiliki peran tertinggi daripada kaum pria. Asas kehidupan ini pun masih dianut sampai sekarang. Sampai-sampai ketua adat dalam kaum ini adalah wanita. Meskipun begitu, kaum wanita tidak semerta-merta merendahkan pria suku Mosuo.

Nah, kalau di tempat lainnya pria yang mengatur keuangan dan kebutuhan sehari-harinya, di dalam suku ini wanita lah yang memegang kendali. Tradisi kuno matriarchal yang dianut oleh suku Mosuo ini ternyata banyak menarik perhatian wisatawan asing.

Terlebih, saat berkaitan dengan hubungan seks mereka. Ya, sangat menarik karena kaum wanita Mosuo yang sudah dewasa di sini memiliki hak bebas memilih pasangan bahkan berganti-ganti pasangan seksual.

Namun, sayang tradisi unik ini sering kali ternoda dengan perilaku wisatawan yang terkadang ingin mengambil kesempatan. Jangan salah, di Mosuo memang tidak mengenal kata zina, anak haram, dan seks bebas. Mereka hanya mengenal "Walking Marriage".

Sang wanita yang sudah mempunyai kebebasan memilih tinggal menunggu pria yang diinginkannya di kamar, kalau tidak cocok sang "ratu" bisa menolak. Anehnya, semua laki-laki yang mengalami penolakan tidak pernah merasa sakit hati.

Keunikan Suku Mosuo ini cukup memiliki nama di tengah-tengah kehidupan modern. Mereka hanya ingin menghormati adat-istiadat yang sudah ada sejak dulu. Berkat perbedaan gaya hidupnya, pemerintah setempat berusaha menjaga dan mendukung semua kegiatan Mosuo.

Kini, keunikan budaya Mosuo banyak menarik wisatawan untuk berkunjung ke daerahnya yang berada di perbatasan China dan Tibet. Selain budayanya yang unik, keindahan Danau Lugu juga menjadi alasan utama. Selamat bertemu suku Mosuo!

hehehehe...